
Ada satu pemandangan unik ketika aku membesuk Kakak Iparku di lapas kerobokan Kuta –Bali Desember 2008.Saat itu aku bersama istri kakak ipar, keponakan dan suamiku tengah mengantri di loket pengambilan nomor besuk, seorang anak perempuan bule, berumur kurang lebih 7 tahunan berlari kesana kemari, menyapa setiap pembesuk dengan bahasa Indonesia yang sangat fasih. Tingkahnya ceria, tidak malu malu untuk menyapa orang lebih tua sekalipun.
Giliran namaku dipanggil masuk keruang besuk. Anak itu berlari dan mendekati barisan kami. Menghampiri keponakanku, Angelica. Saling manatap akrab lalu bergandengan tangan.Tidak lama dia menyapaku “tante, saya ikut. Masuknya bareng yah”. Saya balik Tanya “Nama kamu siapa? Kamu datang kesini sendiri?”. Ternyata perempuan cilik itu bernama Fiola, dia datang bersama Ibunya yang berwarga Negara Swis. Dia menunjukan dimana posisi Ibunya. Perempuan bule setengah baya sedang duduk di ruang tunggu, asyik membaca sebuah buku tebal. Seolah tidak peduli dengan anak sematawayangnya, membiarkannya bermain sendiri mencari teman bicara diantara pengunjung pengunjung yang datang.
Lalu fiola bercerita “Papaku dipenjara. Sebenernya Papa ga bersalah, tante”. Aku tertegun sejenak, tersentuh oleh pembelaan seorang anak terhadap ayah tercintanya. Tanpa diminta dia meneruskan ceritanya, tanpa ada rasa sedih di raut mukanya “Aku sekarang tinggal di rumah teman papaku. Aku ga punya rumah disini dan sejak papaku dipenjara. Teman teman sekolahku banyak yang menjauhiku”. Ngenes dengernya tapi aku ga bisa bicara banyak “Ya sudah kamu sabar ya. Yuk kita masuk. Nama tante sudah dipanggil masuk tuh”. Aku pegang tanganya.Tiba di ruang besuk, Fiola langsung memisahkan diri dan menghampiri Papanya yang berwarga Swis. Tidak lama Ibunya menyusul bergabung dalam reuni keluarga.
RINDU PAPA Berbeda dengan Fiola, Angelica, keponakanku tidak pernah tau kenapa papanya masuk bui. Dia hanya tau Papanya sedang sekolah di kantor polisi. Sehari menjelang besuk, Angelica selalu menyiapkan kado sebagai tanda kerinduannya pada sang papa. Hari ini dia punya kado special.Ketika Papanya masuk mengampiri kami, Angelica langsung duduk di pangkuannya.Kami semua berbincang hangat melepas rindu. Angelica mengaluarkan kado dari tas plastik yang di tentengnya “Papa, Angelica punya kado buat Papa”. Lalu si Papa membukanya “Wah, gambarmu bagus sekali, sayang”. Sebuah gambar anak kecil yang digambarnya sendiri dan dinamainya Angelica. Lalu ada kado lain yang menyertai gambar itu, Sebuah Jam Meja bergambar Hello Kitty!. “Biar papa inget Angelica terus…” ujar Angelica. Si papa memeluk erat Angelica, membelai rambut dan mencium keningnya.
Tidak terasa 60 menit sudah kami didalam sana, Bel berbunyi kencang pertanda jam besuk berakhir sudah. Kami semua berdiri untuk beranjak pamit. “Papa, belnya bunyi, papa harus masuk kelas lagi ya?” Tanya Angelica. “Iya sayang, Papa masuk kelas dulu ya. Besok kamu kesini lagi ama mama, om dan aunty”. Angelica mengangguk. Kami berpamitan diakhiri pelukan perpisahan.Pelukan rindu Angelica untuk sang Papa….

No comments:
Post a Comment