
Dalam suatu perjalanan ke Kampung Sampireun Boutique Resort(www.kampungsampireun.com) didesa Samarang, Garut - Jawa Barat, duduk didepanku seorang bocah laki-laki. Kebetulan untuk mencapai lokasi tersebut, aku harus menempuhnya dengan sebuah angkutan desa. Hanya ada 2 orang penumpang waktu itu, aku dan si bocah.
Aku perhatikan wajah bocah itu tampak begitu murung. Pikirannya seperti dibebani utang 2 milyar!
Ingin sekali bertanya apa yang terjadi tapi aku ga berani. Takut emosional…meneteskan air mata. Padahal anak itu sama sekali tidak berharap ditangisi.
Akhirnya hanya bisa merekam ekspresi wajah mumetnya dengan sebuah kamera HP. Aku pura-pura sms lalu aku bidik dia. Candidly! Jepret!
Semoga hatinya tidak semurung wajahnya. Siapa tau karakter wajahnya memang melankolis ![]()
Semoga bukan bersedih karena tidak bisa sekolah seperti anak-anak di kota ya, Jang.
Semoga wajah murungnya tidak mewakili wajah anak-anak desa lainnya karena keceriaan itu milik semua orang.
Cheer Up, kiddo! There’s a beauty in sadness…

No comments:
Post a Comment