Thursday, May 13, 2010

Unexplained Misteries

Tadi malam secara tidak sengaja saya menemukan acara baru di Bio Channel: Ghost Celebrities Stories. Beberapa selebrities seperti Carrie Fisher dan John Waters menuturkan pengalaman paranormal activitynya disertai illustrasi dalam bentuk short movie. Wow! merinding! Aku rasa acara ini lebih merinding daripada film-film horor umumnya karena kita tahu yang dialami mereka benar-benar terjadi.

Saya sangat terinspirasi oleh acara tersebut. Kebetulan saya punya beberapa pengalaman aneh yang belum pernah di share ke publik. Ya! pengalaman aneh!

Rasanya saat ini saya siap menuliskannya dalam bentuk blog. Are you ready, guys!? Here's the Stories goes:

1. Terikan diatas Atap
Nyepi 2002, saya diajak sahabatku, Jo dan pacarnya,Yani, beserta teman-teman lainnya menginap disebuah Boutique Resort berlokasi sekitar Jl. Tanjung, Sanur Bali. Kebetulan salahsatu teman mereka in charge mengurus tempat yang terdiri dari 6 buah cottage ini. Resort ini belum resmi disewakan untuk umum karena masih ada beberapa bangunannya yang belum rampung.

Kami beruntung mendapat Complimentary Room selama Nyepi. Kami menempati Cottage yang terletak paling ujung. It's a nice Place! Living Room dengan mezzanine diatasnya, 1 kamar dengan outdoor bathtub dan shower, Interiornya serba etnik, serta Dapur yang bersih dan luas dimana diatas washtub terdapat jendela besar menghadap halaman belakang. Disitu kita bisa melihat pemandangan sekeliling yang masih berupa rawa dan pohon-pohon tua.

Diantara kami semua yang menginap, hanya ada 2 perempuan waktu itu: Sayadan Yani. Kelompok perempuan menempati kamar bawah berdua. Sementar teman-teman pria lain tidur rame-rame diruang tengah.

Jam 00:00, Nyepi dimulai. Cottage yang tampak indah disiang hari mendadak sepi dan galap seperti di tengah hutan. Kami hanya dapat menikmati cahaya ribuan bintang dilangit. Sebelum beranjak tidur kami semua ngobrol seru di teras Villa sambil menikmati cemilan. Kurang lebih dua jam kemudian, aku dan yani memutuskan untuk istirahat dikamar. Sementara para teman pria pindah keruang tengah, rame-rame nonton TV dengan volume pelan.

Tepat pukul 02.00 malam, saya dan Yani mulai merabahkan diri dikasur. Sambil cerita pengalaman Nyepi tahun lalu. Kami tiba-tiba mendengar suara aneh diatas atap Cottage. Kami berhenti bicara dan mulai memperhatikan suara itu lagi. Makin jelas terdengar seperti teriakan "Hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiaaaaaaaaa...Hiiiiiiiiiiaaaaaaaaa....Hiiiiiiiaaaaaaaa". Creepy!

"Sist, suara apaan itu. Takut gue!" tanyaku pada Yani. "Ga tau...Gue juga ga tau. Baca ayat kursi, Git" Bisik Yani, berusaha menenangkanku. Suara itu terus berulang mendekat..manjauh...mendekat... menjauh lagi.

Teriakan baru berhenti mungkin 10-15 menit kemudian. Kami baru bisa tidur setelah suara itu benar-benar menghilang. Suara itu sulit dideskripsikan tapi dibayanganku suara itu kurang lebih berbentuk mahluk yang bisa terbang tapi yang jelas bukan burung. Karena terikannya mirip teriakan perempuan. Kuntilanak kah? Entahlah...;)

2. Wangi Melati
Suatu hari di tahun 2006 ketika masih bekerja disalahsatu Surf Company di Legian, Kuta-Bali, saya diminta salahseorang atasan untuk membereskan sebuah laporan sehingga aku terpaksa lembur.

Pukul 6 sore, satu-persatu pegawai mulai meninggalkan kantor. Satu persatu para bos bule juga mulai pulang, melewati mejaku dan pamitan: "Bye, See you tomorrow, Gita!"

Menjelang pukul 8 malam, saya masih disibukan dengan laporan kerjaku. Mata mulai penat, lalu saya memutuskan untuk membuat secangkir kopi didapur. Saya berjalan melalui koridor yang lumayan panjang. Ruang Kerjaku berlokasi didepan, dekat ruang lobby sedangkan Dapur letaknya paling dibelakang .

Saya lihat ruangan kerja divisi lain sudah terkunci dan semua lampunya dimatikan. Sesampainya didapur, saya berpapasan dengan Maria, salahsatu fashion designer disana. "Lho, lo belum pulang Mar? Gue pikir tinggal gw doang. Lo lembur juga?" Sapaku. "Iya Git. Gue masih nyusun catalog buat Season baru. Ntar kita pulang bareng aja. Lo kira-kira selesai kerjaan jam berapa?"Tanya Maria. "Ya Jam 10-11 malam lah. Ntar kalo udah beres gue telp ke extension lo" Jawab saya.

Maria kembali keruangannya yang kebetulan letaknya berseberangan dengan dapur.Saya juga kembali lagi ke ruanganku dengan membawa secangkir kopi, melanjutkan pekerjaan.

Pukul 10:00 kerjaanku hampir rampung tapi ada beberapa dokumen yang harus saya Print. Ketika hendak mengambil kertas dimesin printer, Aneh! tiba-tiba tercium wangi melati. Wanginya kuat sekali. Saya pikir itu berasal dari pewangi ruangan yang tergantung di AC tapi pas saya tengok, AC-nya mati dan pewanginya beraroma buah Jeruk. Saya tidak ambil pusing. Saya kembali kemejaku untuk ngeprint halaman berikutnya.

Tidak lama, telfon dimejaku berdering. Ah, dari Maria. Lalu aku angkat "Yup Mar? Udah beres lo"?. Tanyaku. "Belum, gue cuma mau mastiin sesuatu aja. Lo barusan masuk ruangan gue ga?" Tanya Maria. "Ha? Barusan? engga lah.gue diruangan gue lagi ngeprint" jawabku. Lalu nada suara Maria mendadak panik: "Git, serius lo?!? gw tadi liat ama ujung mata gue ada orang masuk ke ruang gue tapi ga nyapa gue sama sekali. Malah dari kaca keliatan jelas bayangannya, Itu elo, Git!". Aku coba yakinkan dia lagi: "Mar, gue ga kemana-mana barusan. Ngapain gue keruangan lo, gue masih banyak kerjaan disini". Maria tambah panik: "Jangan nakutin gue dong. Gue mulai merinding nih. Gue ketempat lo sekarang Ah. Gue takut, Giiiiittt". Lalu Maria lari sekencang-kencangnya, menyusuri koridor menuju ruang kerjaku.Dengan terengah-engah dia mengajaku pulang:"Git, ga ada yang ga beres nih. Kita harus cepet-cepet pulang". Akhirnya kami berbenah pulang.

Nah, adakah kaitan wangi melati dengan sosok perempuan yang dilihat Maria diruang kerjanya? Mungkin saja :) ......tapi satu hal yang saya tahu tentang Maria (kebetulan dia tinggal satu kostan), bukan rahasia diantara teman-teman se-kostan lainya bahwa sejak kecil dia memilki six sense...

lalu beberapa hari kemudian saya menceritakan pengalaman ini ke bapak satpam. Eh dia malah mesem-mesem. "udah biasa kali neng. Saya kalo shift malam sering lihat penampakan didalam kantor. Kan dulunya kantor ini kostan...terus salahsatu penghuninya bunuh diri. Tuh bekas kamarnya sekarang tepat jadi ruangan sebelah neng Gita". Walaaaa ....another fact was just revealed euy!

3. Misteri Leuweung Tiis
Pernah melakukan perjalanan ke Kota Garut?
Jika kita melakukan perjalanan ke kota ini dari arah Bandung (via Nagreg), pasti Leuweung Tiis ini akan terlewati. Jalannya curam penuh tanjakan dan turunan. letaknya kurang lebih 1 km dari kecamatan Leles.

Sudah lama saya mendengar tentang misteri Leuweung Tiis (Dalam Bahasa Indonesia berarti Hutan Dingin). Konon tempat ini terkenal angker karena sering kali terjadi kecelakaan. Banyak mobil terjun kebawah jurang. Ada satu legenda Horor bahwa Jika kita melewati jalan ini pada malam hari, mobil kita bisa mendadak berhenti. Kenapa? karena hantu-hantu penghuni Leuweung tiis minta sesajen dalam bentuk rokok. Ada juga yang bilang jika melewati jalan ini malam-malam jangan sampai menyalakan radio/ tape mobil.

Suatu malam ditahun 80-an, saya dan sekeluarga baru pulang dari suatu acara dikota Majalengka. Sudah tengah larut sekali waktu itu. Kurang lebih jam 02 malam. Papa saya yang bawa mobil, Mama saya duduk disampingnya. Saya dan adik duduk dibelakang. Untuk mengurangi rasa kantuk Papa, tape mobil pun selalu dinyalakan.

Saat kami mendekati tanjakan leuweung keadaan jalannya sudah sangat sepi. Tidak ada kendaraan lain baik didepan atau dibelakang. Tikungan ditanjakan pertama kami lalui. Tikungan berikutnya, tanpa diduga mobil yang kami kendarai tiba-tiba berhenti! berhenti setotal-totalnya! Papa saya coba starter beberapa kali tapi tetap tidak bisa.Kami mulai panik karena takut kalau tiba-tiba ada kendaraan melesat cepat dibelakang.

Setelah beberapa menit stuck ditengah jalan, saya dan adik mulai teringat legenda misteri Leuweung Tiis lalu mencoba memprovokasi papa untuk segera mematikan rokoknya "Pah, Pah, cepatan matikan rokoknya!" Papah kebetulan sedang merokok waktu itu. Tanpa banyak komentar, Papa langsung membuang rokoknya kejalan dan membuang satu lagi rokok baru. Believe it or not..tiba-tiba mobil start sendiri! horor! Ini baru horor!

Kami shock..semua terdiam, berusaha tenang dan berdoa. Aneh! mobil kami mulai berjalan lagi setelah itu...tanpa hambatan sampai akhirnya sampai dengan selamat dirumah kami di Cipanas-Garut.

4. Firasat berbentuk Awan
Umur saya masih 10 tahunan waktu itu. Mamaku sudah seminggu menemani Oma yang sedang terbaring di salahsatu Rumah Sakit di Majalengka karena stroke. Saya dan adik sementara tinggal bertiga bareng Papa.

Suatu hari Papa ada tugas ke luar kota. Karena tidak ada yang jagain, saya dan adik diajak. Saya masih ingat hari itu Papa harus memberi kuliah disalahsatu Sekolah keperawatan di Kota Tasik Malaya.

Selama papa mengajar, saya dan adik nunggu dimobil. Saya duduk di jok depan, main-mainin tape mobil. Lama-lama saya bosan putar-puter kaset di tape lalu saya pindah ke jok belakang. Duduk melamun sambil lihat langit dari jendela mobil. Saya lihat langitnya biru sekali tapi berawan. Mata saya mulai fokus ke satu titik awan..lalu secara perlahan awan itu mulai membentuk sosok seperti 2 sosok manusia. Yang satu sedang berbaring, Satu orang lagi tampak sedang membungkuk, menyandarkan kepalanya diperut orang yang sedang berbaring itu. Makin lama...awan itu makin jelas membentuk gambaran itu. Aku lalu bertanya dalam hati "Apa itu mama dan mimi (panggilan untuk omaku)?". Aku mengalihkan pandangan ke titik awan yang lain, bentukan awan itu lenyap...tidak muncul lagi.

Tidak terasa sudah satu jam lebih kami menunggu. Tidak lama papa kembali ke mobil dengan langkah terburu-buru. "Gita, Dini...papah baru dapat telp dari mamamu. Mimi baru saja meninggal. Kita pulang ke garut dulu bawa baju kalian terus langsung ke Majalengka" Ujar papaku.

Papa langsung menancapkan gasnya, kembali ke Kota Garut berlanjut ke Majalengka. Sesampainya disana, Oma sudah dibawa ke rumah duka. Kami semua langsung memeluk Mama yang tampak shock dengan kepergian Oma.

Om dan tante-tante saya cerita bahwa mamalah satu-satunya orang yang menyaksikan kepergian Oma. Persis dengan firasat yang saya dapat melalui awan waktu itu.

PS: Oma Salome S. Dompas in heaven...I believe that that time God sent me a message through the Clouds in a beautiful shape and that was the greatest view I've ever seen in my life. Love, your grandchild



Thursday, May 6, 2010

Kue berlilin angka '1' untuk Kailuna




Rasanya baru kemarin aku mengandungnya.Operasi Caesar adalah kesepakatan yang akhirnya aku dan suamiku setujui setelah dokter menyatakan posisi bayiku sungsang. Operasi itu sendiri Alhamdulillah berjalan lancar sesuai rencana: 7 May 2009, pkl. 05.30 lahirnya seorang bayi perempuan yang kami namakan Kailuna Maesava Wauran.

Malam ini tepat pukul 00:00...Aku, Suamiku, dan Kailuna duduk bertiga menghadap sebuah kue tart coklat dengan lilin berangka '1' diatasnya. Kailuna jelas belum mengerti tentang semua ini tapi aku sebagai mamanya begitu bahagia. Hari ini Kailuna tepat menginjak tahun pertamanya... hadir diantara kami sebagai buah hati tercinta, "berlian indah", yang tentunya akan kami rawat, kami jaga, kami didik, kami besarkan dengan penuh cinta dan ketulusan.

Ya Tuhan...Kailuna adalah AmanatMu. Atas kepercayaanMu, syukur dan Doa yang tidak akan hentinya kami panjatkan.Tempatkanlah kami selalu dalam lindunganMu. Amien...

7 Mei 2010
Gita & Mario Wauran

Tuesday, February 9, 2010

Video Kekerasan dilingkungan sekolah


Lagi-lagi beredar luas video yang merekam kekerasan dilingkungan pendidikan diIndonesia.Dalam video tersebut terlihat dua orang siswi berkelahi, saling jambak sampai jilbab keduanya terlepas! byarrr! rambut kuncirnya kemana-mana. Parahnya lagi tidak ada seorangpun teman-teman mereka yang mencoba melarai. Malah kelihatan makin memperpanas susana. Hmm, Pemandangan yang Memprihatinkan bukan?

Tidak habis pikir, pihak kepala sekolah sampai kecolongan. Kejadian ini baru dia ketehui ketika video beredar luas di media. Ah, kacau!

Muncul pertanyaan apakah kekerasan yang marak terjadi dilingkungan pendidikan akhir-akhir ini muncul karena longgarnya pengawasan guru pendidik, keluarga yang tidak mendidik si anak dengan baik, pengaruh buruk media masa yang ikut andil dalam mempublikasikan kekerasan, atau kemajuan teknologi yang makin mempermudah peredaran film (DVD/ CD) bertema kekerasan kesemua kalangan?

Tugas berat pemerintah untuk membenahi system pendidikan, Media Masa di Indonesia dalam memfilter tayangannya dan para orang tua untuk membentuk moral anak sebaik mungkin dengan foundasi keseimbangan agama & psikologi.Percayalah pendidikan keluarga itu basic dari segalanya. Selebihnya lingkungan yang akan membentuk karakter si anak. Jadi..marilah kita biasakan memberi contoh dan tauladan yang baik terhadap anak anak kita, dimulai dari lingkungan terkecil : keluarga.

Tuesday, February 2, 2010

Me and My Most Precious Gift


Being a wife and mother is something beyond my imagination. May 7th 2009, a baby girl was delivered to the earth and I named her Kailuna Maesava (Kai = Sea, Luna =Moon. Mae= May/ Girl's name, Sava = Peaceful)..Yes, Sea Moon in Peaceful May.

I hope the presence of this beautiful baby will bring peaceful to everyone especially to me as her mom. Now Kailuna is 8 months old already. Time goes fast and day by day's getting more enjoyable to me . Every second with is a Miracle.

God, I am so grateful for having Kailuna. She's the most beautiful and precious gift I've ever had in my life. I feel so blessed. Once again, Thank you...

How to survive the loss of hearing?


Bisakah anda bayangkan bagaimana rasanya jika anda divonis kehilangan fungsi salahsatu organ tubuh?

Tahun 2003, telinga kanan saya divonis kehilangan fungsi pendengarannya. Dideteksi dengan salahsatu alat khusus..saya gak mengerti namanya apa. Seorang dokter THT mendiagnosa saya bahwa syaraf lah penyebab ketulian tesebut. Beda halnya dengan infeksi atau radang telinga yang masih bisa diobati. Dengan terganggunya syaraf, tingkat pendengaran tidak dapat dikembalikan ke kondisi normal kecuali menggunakan alat bantu (hearing aid) atau bedah syaraf yang tentunya akan membutuhkan biaya yang sangat besar!

Mendengar vonis tersebut saya shock, mentally drop karena saya merasa jadi orang cacat, belum siap bertahan hidup dengan satu pendengaran meskipun dokter THT yang memeriksa saya waktu itu memberikan dukungan moril bahwa saya seharusnya masih bisa bersyukur karena pendengaran telinga kiri masih berfungsi dengan baik. Penggunaan hearing aid pun belum dirasa perlu. Saya hanya diminta menjaga baik-baik fungsi pendengaran telinga kiri. Salahsatunya dengan tidak mendengarkan musik dalam volume keras. “Hmm, apakah semudah itu???” pikirku waktu itu.

Sebuah awal yang berat ketika saya harus berkonsentrasi penuh pada saat seseorang disebelah kanan saya mengajak bicara. Saya harus membaca gerak bibir kalo tidak saya akan kelihatan seperti orang ga fokus, tidak menyimak pertayaan orang. Hal ini juga jadi tantangan ketika saya harus adaptasi kekurangan saya ini didunia kerja, berusaha keras malipatgandakan tingkat konsentrasiku dan menutupi ketulian telinga kananku dimata atasan dan rekan kerja. Capek kadang harus pura-pura normal waktu itu:-)

Makin hari saya makin menyadari bahwa saya tidak seharusnya menyesali kekurangan ini. Saya berusaha bangkit, terbuka, dan mengatakan kondisi sebenarnya kepada beberapa sahabat, rekan kerja, dan bahkan atasan saya . Dengan keterbukaan itu, hidup saya jauh lebih ringan tanpa beban.

Tidak ada gunanya lagi putus asa…toh orang-orang yang ditakdirkan cacat sejak lahirpun tidak pernah mengeluh akan kekurangnya. Banyak diantara mereka yang bangkit menjadi manusia kreatif dan berprestasi.

Terima kasih Tuhan atas semua karuniamu…

Monday, February 1, 2010

Embarassing Stories


Berikut adalah kumpulan cerita yang menceritakan kejadian-kejadian konyol yang saya alami sendiri. Semoga dapat menghibur anda:

Kyle Minoque Vs Gilinuk
Melihat penampilan Kyle Minoque di TV, jadi teringat satu kejadian memalukan yang pernah aku lakukan beberapa tahun lalu.

Tepatnya tahun 2005, waktu aku masih tinggal di Bali dan bekerja di salahsatu Surf Industry di legian, Kuta. Aku punya dua bos berkebangsaan Aussie : BC dan GH.

Suatu hari aku ketemu BC disalahsatu Wedding Party dimana mempelai Prianya berkebangsaan OZ dan juga ternyata teman dekat bosku. Oya, Kebetulan temanku jadi Wedding Organizernya dan waktu itu aku diminta membantunya sebagai free lancer.

Tanpa sengaja aku papasan ama si BC ini. Dengan ekspresi penuh keheranan BC menyapaku "Gita, Ngapain kamu disini?". Aku bilang "Saya Wedding Organizernya, Bos. kerja sampingan hehehe". BC bilang "oh bagus-bagus. Gpp asal jangan ganggu kerja utama kamu aja". Terus aku basa-basi nanya tentang bosku satu lagi "By the way, GH kok ga keliatan, dia ga ikut, bos?". BC manjawab "Ya, GH ga ikut. Dia lagi surfing di Gilimanuk".

Nah...setelah itu kekonyolan terjadi. Aku salah denger, bo! Coba perhatikan dulu pengucapan "Kyle Minoque" (dibaca: Kili Minuk) dengan "Gilimanuk" ...nyaris terdengar sama kan?

Dengan nada sok kaget aku balik tanya ma BC, "Apa? GH pergi ke Aussie nonton KONSER KYLE MINOQUE? perasaan kemarin masih liat GH di kantor deh".

Mendengar pertanyaan konyol gw, Si BC mesem-mesem sambil geleng kepala "No, Gita. I said GH is going to surf in GILIMANUK". (Mungkin dalam hatinya si BC berbisik "Capeeee deeeee..ngomong ma orang budeK!" )

Wekkkweeeeew...Gubrag! mukaku rasanya langsung merata gitu dengan tanah. Uh, Maluuuuunya .....GARING KAN hehehe??????


Coklat Gratis
Dalam perjalanan ke Bali, Seorang Perempuan yang duduk disebelahku mencoba memulai percakapan. Aku lupa namanya tapi sebut saja namanya Laras :

Laras : Mau liburan ke Bali, Mba?
Gita : Oh engga mba. Aku kerja diBali
Laras : Oya? Kerja dimana, mba?
Gita : Aku kerja di QUIKSILVER
Laras : Wah asyik dong bisa dapat coklat gratis! Sebulan bisa dapat jatah berapa batang?
Gita : ....... (bengong sebentar masih ga ngerti maksudnya). Maaf, maksud mba? kok coklat gratis?
Laras : lha, tadi mba bilang mba kerja di SILVERQUEEN!?!?
Gita : ??????

Caleg dan Pentas Dangdut

Seorang Caleg diburu-buru oleh tuntutan partainya segera menikah sebagai syarat pencalonan legislative. Suatu hari Si Caleg berhasil menemukan belahan hatinya. Kemudian dipinanglah si gadis itu.

Pesta pernikahan berlangsung 3 hari 3 malam. Dibuka dengan upacara adat betawi asli ditutup dengan sebuah Pentas dangdut, mendatangkan artis sekaliber kelurahan. Tenda-tenda Jajanan Makanan dan “Jajanan” lainya digelar menyambut pentas ini. Lingkungan yang biasanya sunyi berubah layaknya sebuah pasar malam.

Menjelang jam 2 malam. Disebuah rumah tidak jauh dari panggung, sepasang suami istri (Pasutri) dibuat gelisah, tidak bisa tidur oleh pesta si Caleg. Dengan berbagai cara si suami berupaya setidaknya mengedapkan suara keras pentas dangdut diluar sana tapi suara speaker panggung terlalu menggelegar. Menggetarkan tempat tidur Si Pasutri bak gempa tsunami!

Entah jenis paranoid apa namanya, si suami mulai khawatir janin yang sedang dikandung istrinya terpengaruh dangdutan itu. “Bahaya bagi pembentukan selera musik anak kita nanti…” ucapnya getir.

Lalu dibawanya sebuah Headphone. Diputarnya musik klasik Mozart dengan volume maksimal. Ditempelkannya pada perut sang Istri, berharap si calon bayi lebih mendengarkan musik ini tapi naas suara pentas diluar tetap dominan.

Yah, apa boleh buat suami istri itu akhirnya pasrah pada kondisi ini.

Ajaib! Tiba tiba angin bertiup kencang dan Hujan turun dengan lebatnya!!!!! Perlahan kerumunan Dangduters di luar sana mulai bubar. Musik di panggungpun ikut berhenti. Seolah hilang disapu badai…

“Alhamdulillah….Hujan menyelamatkan kita” ucap pasangan suami istri nyaris serempak. “Ternyata Tuhan saja tidak rela calon anak kita diNina bobokan dangdut…” ucapnya pada sang istri sambil tertawa geli. Pasutri itu saling menatap, tersenyum dalam rasa kantuk. Lalu tertidur…

(Jakarta 09/02/09, oleh G.E.W, Istri dari MARIO J.W, Pelakon Pasutri diatas)

PS : Selamat menempuh hidup baru, Sdr. Nur Sho***H Caleg DPRD DKI Jakarta # urut 2,Partai Persatuan Bla..Bla..Bla

(infopartai didapat dari selebaran yang aku pungut keesokan harinya disekitar halaman rumah. Nama Partai sengaja tidak di publish disini. Takut digebukin umat!)

LAIN KALI BIKIN PENTAS DANGDUT DI LAPANGAN BOLA BUKAN DI LINGKUNGAN RUMAH PENDUDUK YA, PA CALEG!!!!

Mohon maap bagi para penyuka musik dangdut.Bukan bermaksud Anti. Menurut kami pengaruh dangdut secara tidak langsung pada calon bayi terlalu Dini, Extreme dan Lebay karena bayi saya bisa bergoyang patah didalam perut. Bahaya kata dokter;-D


Me and that little tiny clothe

geebumil-copy


This is a picture taken by my mom when I was putting all the clothes of my baby in tummy in a wardrobe. Mom said I looked so excited about that. Mom’s right. Looking at those tiny clothes, made me can’t wait for the baby’s to be born…

Unhappy Boy

bocah-murung1


When I was on my trip to Garut, a small town in West Java-Indonesia, there’s a boy sitting in front of me at a public transportation.

I could see there’s an emptiness in his eyes. The face expression was so flat and seemed his head carried a heavy burden.

I wondered what he was thinking…

I took my PhoneCam and shoot him candidly. Here’s the result: the expression of an unhappy boy…

Movie Review: "Into the Wild"


Sean Penn and Eddie Vedder are two figures I admire. I was so excited when I heard two of them collaborated in a project:Into the Wild , the movie based on true story of Christopher McCandless Journey. It is the 1st Must See film of the year!

The movie is so special to me because the film is directed by Sean Penn, my favorite actor. All the theme songs, written & sang by Eddie Vedder, my favorite singer.Vedder won Golden Globe for the best Original Song and nominated in Grammy Award for the Best song written for motion picture, TV and visual media. The movie also nominated in the academic Award for the Best supporting actor (Hal Halbrook) and The Writer Guild America for the best Adapted Screenplay (Sean Penn).

The story is opened with the perfomance of the central actor, Emile Hirsch (Christopher McCandless) walking into the wild of Alaska. In the same time, we could hear the intro theme song sang by Eddie Vedder which represents the emotion of the actor.

The most of all, Sean Penn successfully visualized frame by frame of the Cristopher McCandless’ personal journey in a beautiful screen. I bet everyone who’ve been watched this film were brought to the adventures and deeply touched by how Chris survived. Although personally…I’m not so happy with the ending;-p

Abstain! (English Version)


Today, 9th April 2009, Indonesian citizen are ready to vote for legislative. There are almost 40 political parties join the election! Fantastic number, isn’t it?

Many kind of campaign tools such as legislative candidate Posters, Banners, Party flags have been publishing to attract public’s attention in the last 8 months but to me personally, it affects nothing. Hard to trust the purity of Indonesian Politics. It is just too dirty! Never ending Corruption, Bribery, money politics, and other form of scandals proved how Indonesian legislators were too easy to be blinded by Power and Money!

It is more than enough to explain why we mock the vote. So, do not blame people who confirm themselves Abstain (Indonesian call this neutral group Golongan Putih/golput) like I do today.

However, Abstain is another expression of choices. Peace!

Earth Hour



March 28, 2009, people in the whole world who care the earth participated in earth vote by switching the light during 60 minutes (1 hour) from 8.30pm to 9.30 pm.

Amazingly it worked! People were excitedly taking part in the earth voting with no pressure.

In Jakarta, the city I live, all public places like Hotels, Restaurants, Malls, etc also voted and the activities still going on during the hour only by using candles to substitute lights.

My husband and I were at home, enjoy the hour with no light, feeling lucky and proud to be one of the million voters!

We believe the same action is worth doing annually to lessen the risks of the global warming. Switching light for 1 hour is an easy thing to do but it gives a massive impact when it is done by million world inhabitants.

Thanks to the WWF and the Medias for bringing people in this universe to participate in this great act!

A True Story: The Man behind The Bombing



October 2002 was the most dramatic moment in my life. It was my second year in Bali and I enjoyed very much staying in this paradise island.

Jump from one company to another company was the beginning of my career. I was 28 and Single that time. My energy space was more than enough to keep searching for the most comfort zone of living in Bali.

Moving…Keep Moving
Since I found a new job, I had to move to the nearest place from office. 1st October 2002, I moved to the rented house located in Jl. Pulau Pinang, Teuku Umar, Denpasar-Bali. I was happy with my new place, a building with Balinese architecture, facilitated by a brand new spring bed, a wardrobe, kitchen and a clean rest room.

My first morning in my new ‘palace’ was welcomed by the clear Bali blue sky. The weather was really beautiful that day. The best time for me to drive along Kuta to return the car I rented.

I heard a voice of a man came from the room next door. He talked to the group of children and shouted “Hey, come here. I have chocolate candies for you, kids!”. I saw the children approached him and thanked him.

I wondered what kind of guy he is. Giving little boys and girls chocolate candies? Is he a Santaclause coming to town or a Pedofillia trying to attract children by giving them free candies hehehe? Kinda weird…

3 weeks passed and still I had no time to socialize with people surround. Everyday I went to the office at 7 am and back home at night. Definitely had no time to say them Hi.

Saturday, October 11 (03.00pm)
When I grabbed a towel hanged in towel rack outside, a man lived next door to mine showed his face and said hi to me “Hi, do you live here? I live next door. I’m Andre. And you?”. I turned my head and said hi him back. The description of this man was less or more like this: Short (not so tall), age around 33, sharp eyes, wearing a shirt with the CONVERSE logo, and green cargo pants.

Here’s the detail of our conversation. He asked me questions which to me was a bit annoying and too forward:

Andre: “Where you come from?”
Me : “Bandung….”
Andre : “Oh, really. So you’re Sundanese, right? Me too. I’m from Banten”
Me : “Oh I see” (in a flat face expression)
Andre : “Where do you usually go on Saturday Night?”
Me: “Hmm, go with friends, hang out, go to cinema or take a walk around legian, Kuta”
Andre : “You like movie, huh? Hey I got some new movies and a player in my laptop. Would you like to borrow some?”
Me : “No..No thank you. I prefer to watch movies with friends”
Andre : ”Do you have plan tonight? Got a boy friend ? May I have your phone number?”
Me : “Yes I have boyfriend. Sorry I can’t. Maybe later”.

The longer conversation I had, the more uncomfortable I was. Then I decided to leave and said to him that I was in rush.

Saturday, October 12 ( ±20:00pm)
I heard a man knocking the door. Suddenly I realized that the voice is Andre’s. “What does he want?” I whispered to myself. I pretended was not at home and didn’t open the door until the last knock. Then I switched off the lamp with the hope he would thought there was nobody inside. Then I took a discman, listened to my favorite songs till I fell asleep…

Sunday, October 13 (±02:00pm)
In the late at night I was awaken from my sleep. I heard the sounds of ambulances and fire siren keep coming and go. My house wasn’t far enough from the main street so I could hear sirens clearly. “Uh, what happened outside there? it’s so noisy”. I made myself calm and went to sleep.

Sunday, October 13 (±06:00pm)
I was again awaken by another noisy thing. This time by the sound of my phone’s ring tone! I grabbed it and look at the screen. I found my uncle’s name. He’s someone who actually rarely called me. Then I picked it up. He said in a panic voice “G, all you right?”. I said “yes uncle James, I am alright. Why..Why asking me that? What’s wrong?”. Then uncle James’ voice turn calm “Oh, thanks God you’re ok. Hey, have you heard the news? Legian was bombed last night!”.

“What??!!!?? A Bomb? Oh No…. thanks anyway for telling me this, Uncle. I will check on TV”. I grabbed a remote and switched the television.

Like a nightmare in the morning! All local TV channels reported the live news from the spot. Paddy’s and Sari Club were Bombed and I saw on TV, hundred bodies…Burned! What a terrifying view….

Sunday, October 13 (±08:00am)
I walked outside my house to buy meals for my breakfast. I met Luh, the owner of boarding house I lived in. She told me that the guy next door to mine, Andre left the house this morning and back to their hometown in Java.

1 month after the bombing: The bombers found and arrested!
Once in the afternoon while I was sitting comfortably in front of TV, I switched the channel to the news program. The reporter announced in the headline “the Bali bombers: Imam Samudra and the team are arrested!

I was so shocked when I saw one of the bomber was shot in close up, I felt like I recognize the face and he looked familiar to me. With the same shirt and cargo pants that he worn a couple times ago, made me feel so sure that the guy announced as Imam Samudra was Andre. Yes Andre, the guy who used to lived next door. “Oh God! I know this guy…”

3 foreign journalist came to interview me
It didn’t take a very long time to get the new renter to replace the X- Andre’s room.Luh, the owner accepted a new renter named Shirley, the ethnic chinese woman. Luh said Shirly was very traumatic because of the bombing. Her old house located in Jl.Padma was near the ground zero (the place where the bombs exploded).

Oneday, I heard a group of people knocked Shirley’s room. Some of them spoke in English with Australian accent. Shirley opened the door and spoke to the guys. She answered “Sorry, I don’t know anything about this. Please ask the girl next door. Maybe she knows something. She’s been living here…long …long before I came here”.

Not long after the guys knocked my door and shouted “Excuse me…Anybody home?”. Then I opened the door. They interrogated me with some questions “Hi, we’re from Sidney Morning Herald. Do you Speak English? Shirley told us you know something about the former room renter. We’d like to ask you some questions. Do you have time for an interview?”

I introduced myself “Hi, Sure… Come on in but I can’t help you much. I don’t have useful information for you guys. I met the former renter only in one chance and had only short conversation with him”. Steven didn’t mind. I was again given more questions about what I know about Imam Samudra alias Andre.

By the way, the police and the journalist were informed by one of the neighbors who suspected Andre as Imam Samudra. Then they called the police, telling them the place Imam used to live.

******

There’s a question left in mind till now. Why Andre alias Imam Samudra knocked at my door couples of hours before the bombing? I think there are two possibilities: Andre tried to make an alibi by asking me to go out that night or he tried to tell me not to go out to Legian- Kuta, the bombing target.

Well, only God knows the truth but I am so grateful I am alive. I wasn’t in legian-Kuta when the bomb exploded.I am now happy because all the bombers have finally been executed to death. Something they deserved….for what they’ve done.

Peace Bali & The World! Say Big No To Terrorism!

The Good Body

the-good-body11

Maybe being good isn’t about getting rid of anything
Maybe good has to do with living in the mess
In the frailty
In the failures
In the flaws

Maybe I tried to get rid of is the goodest part of me
Think passion
Think Fat
Think Age
Think Round

Maybe good is developing the capacity to live fully inside everything
Our body is our country
Is the only city
The only village
In the only every
We will ever know

Our body is the carrier of the stories
Of the world
Of the earth
Of the mother
Our body came from Mother
Our body is our home
We are crying here

We are found
We are too much
We are empty
We are full
We live in a good body
We live in the good body

Good Body
Good Body
Good Body

(Taken from “the good body” by Eve Ensler, the author of The Vagina Monologue)

Note : Hey Ladies! We don’t need to be someone else to cover our imperfect body.Stay original and be yourself. LOVE YOUR BODY. STOP FIXING IT

Voyage of Childhood

Holding a photograph of old memory

We were kids
Full of Joy and laughing
Playing in the rain
Forgot the pain
Friends were everything
Hid and Seek
Home at six

Girls cheerfully played the dolls
copying a mother’s model
Boys blissfully played the war
Imitating a hero’s manner

Sharing chocolate cookies
Tasted the flavor
Crisp…Crisp…Crunch…!
Chomping fruity gum
Bit it… chewed it…blew it up!

I turn the picture, hold it in my chest

Now I’m 35,Old, fat, ugly and wrinkled…

Friends, welcome to the club over 30 :-)

GEE 11020

7 7une


Standing in maroon wedding dresses
A man and a woman vowed to commit
living together for good in happiness
love, trust and hope bound in a limit
as husband and wife

7 June became a history
2 hearts met in a glory
2 rings became a symbol
2 eyes brought up the soul
1 love & life

(by GEW, dedicated to my beloved husband, Mario JW)

One day in an Interview



Lady Gaban, a housewife decided to go back to work as a career woman. One day she came for a job interview. The Interviewer asked her some questions:

Interviewer: What did you do in the last 3 months?

Lady Gaban : Like other housewife, I took care of my husband and my children, sir

Interviewer: Do you have another job instead of being Housewife?

Lady Gaban : Yes, I have, Sir. I am an active commentator

Interviewer : What kind of commentator? Is it like a Sport Commentator in a TV Station or something?

Lady Gaban : No Sir. I work as a free lancer in a social network called Facebook. I believe everybody knows FB. My main description are commenting my friends status…commenting this..commenting that. If my friends comment mine, I comment them back. That’s the description in brief, Sir;-)

Interviewer : @#$%&&^^??????………(Speechless)

***** GE 310709 ******

A True Confession: 10 Reasons why I love Facebook



# 1 FB makes the world smaller! By updating the status, the whole world know what’s on mind, what have been done, what I’m gonna do, where I am in….oh where is the privacy gone?

# 2 FB prove that there’s nothing is Impossible. 25 years missing friends finally showed up and found safe! That’s amazing to me!

# 3 I can be a weather man, reporting weather to friends : “Jakarta is so hot today!” , “The Hurricane just passed by……” , ” Damn! So cold in here “

# 4 No need to sms friends, just write messages on wall to wall. Problem Solved!

# 4 I’m more in love with myself alias narcissism. Showing picture of myself and change profile picture twice a day! Oh no! What an over confidence!

#5 I can spread my love to my new baby born, my pets, my best friends, my family, my favorite band, foods, drinks, snacks, the earth, the moon, ….

#6 I can express my hate to Indonesian Politics or Bad Mannered Celebrities like Dewi Persik…Dewi Persik,…and Dewi Persik!

#7 I can be a wise guy. How? It’s easy! Just copy and paste favorite quotes

#8 Since I join FB, I become a good commentator

#9 Taking quiz when I have no idea what to write on what’s on mind

#10 The most of all, FB is addictive! I hate but I love it! It’s so hard to quit

Pix Manipulation


Do you have bad quality pictures on your recycle bin? Please do not delete the trashes permanently as we can use and manipulate them to become something new. How? It’s so simple and here are the tools needed:

  1. 1 set of computer or laptop
  2. Adobe PhotoShop Application: Manual book or Free Online Tutorial. Follow the technique given.
  3. USB to transfer images from mobile phone or camera
  4. Scanner (option) to transfer printed media/ images to file

That’s all. Now you can create something like a graphic designer do! Use your sense of art, being a pix manipulator and make this activity as a new hobby.

It’s going to be a fun self learning!

Let me show you one of my creation. Trust me, it was a trash. I combined 2 bad quality pictures, gave them a little retouch and see the result! what do you think hehe?

Sunday, January 31, 2010

Pelangi di langit Meruya

Suatu sore di Kampung Meruya, Jakarta Barat, disebuah ladang penuh tanaman hijau dan segar yang tertata rapi, sekelompok anak bermain dibawah langit cerah bergerimis.

Kecerian seketika berubah hening saat Pelangi muncul dilangit Meruya. Lukisan di media langit itu begitu indah. Merah, Kuning, Hijau..menyatu dalam sebuah lengkungan raksasa. Pelangi…kemana saja engkau? senang melihatmu kembali.

Ya, kami semua terpana…semua mata tertuju langit, menyaksikan Maha Karya Sang Pencipta.

The Other = Disaster


Selain kalimat berkonotasi negatif dan taboo, dimata saya PERSELINGKUHAN adalah suatu tindakan tidak terpuji, penyebab munculnya “bencana” bagi keutuhan sebuah hubungan. Saya yakin semua orang berpendapat sama kecuali para pelaku perselingkuhan.

Banyak terjadi, dengan adanya “The Other woman/ Man”, perceraian jadi solusi, patah hati berakhir bunuh diri, lebih extremenya lagi: pelenyapan sebuah nyawa demi sebuah hubungan gelap seperti di film-film bertema scandal. Uh, mengerikan!

lewat tulisan ini saya hanya ingin menyentuh para pelaku selingkuh menyadari bahwa Perselingkuhan adalah suatu Kesalahan Besar, Sooner or Later it will last as Disaster! Sadar akan akibat sebelum bertindak, Kendalikan Nafsu sebelum Maju melawan Api, Ingat anak sah jangan sampai bikin anak gelap, Hidup Fokus jangan Rakus, Sadar…Sadar…Scandal adalah Bencana!

Sulap ala Tuhan


Siapa yang tidak senang diberi kepercayaan oleh Sang Pencipta untuk memiliki anak? Semua wanita di jagat raya pasti merasakan kebahagian yang sangat luar biasa! Jangan tanya kenapa ada sebagian wanita yang terpaksa/ tidak terima vonis Hamil. Itu lain cerita! Maaf, aku lagi bicara hamil dalam konteks legal hehehe

Beruntung aku termasuk salahsatu perempuan yang sedang merasakan kebahagian tersebut. Bersyukur Sang Kholik menurunkan rejeki padaku begitu cepat.

Ini kehamilan pertamaku. Menyenangkan sekaligus tantangan berat untuk menjabat amanat Tuhan di fase pertama selama 9 bulan! Berbagai pertanyaan di otak bernada antusias dan pesimis campur aduk dalam satu ekspresi : BiNang (Bingung tapi Senang!). Bingung menghadapi kehamilan pertama tapi senang karena aku akan jadi calon Ibu.

Perubahan fisik dan psikis mulai terasa dan terlihat. Keajaiban! Itu yang bisa aku katakan dalam hati ketika perubahan itu muncul. Kenapa ajaib? karena aku melihatnya itu sebagai Sulap ala Tuhan! Yup, Ajaib! Tuhan menyulap perutku, mengisinya dengan sebuah nyawa lain didalamnya.

Bulan pertama, kedua, ketiga…seterusnya Tuhan terus mempertontonkan sulap didepan mataku dengan trik yang berlainan. Bulan ini adalah bulan ke 8 kehamilanku. Perutku semakin membesar. Kurasakan adanya gerakan didalam perutku seperti gelembung udara yang meletup letup. Aku membayangkan bayi dalam kandunganku sedang berenang dalam lautan plasenta.lucunya…

Aku ingin tahu trik apalagi yang akan Tuhan pertontonkan. Aku ingin rasakan semua keajaiban demi keajaiban yang diberikanNYA. Ya, seharusnya semua perempuan yang beruntung diberi keturunan mensyukuri nikmat ini. Anak adalah kado terindah dalam hidup!

Semoga perempuan-perempuan yang telah dengan sengaja menghilangkan nyawa anak sendiri dengan cara aborsi atau cara apapun menyadari kekeliruannya. Keajaiban kadang hanya datang sekali! Bagaimana jika Tuhan jera memberimu keturunan!?! Pikir baik baik jangan bertindak Bodohl! Seberat apapun masalah yang hadapi manusia, Tuhan pasti ada dibelakang kita untuk siap mem-back up!

Abstain!



Maraknya kampanye parpol, spanduk poster bergambar caleg betebaran dimana-mana, Kompetitifnya iklan parpol di TV, serunya debat antar caleg ternyata tidak cukup menarik perhatian saya.

Mungkin ini kali ya yang dinamakan mati rasa? Apatisme didiri saya muncul sebagai akumulasi kekecewaan terhadap kondisi negara yang secara global makin keropos. Diperparah dengan ‘bakteri-bakteri’nya menggerogoti rakyat tidak bersalah: Korupsi yang tidak pernah ada matinya, Suap & Disuap jadi ‘trend pelumas’ birokrasi, dan bejadnya moral beberapa legislator yang mudah dibutakan dengan uang, wanita, kekayaan dan kekuasaan. Masih banyak keborokan lainnya…

Wajar kan jika saya memutuskan untuk tidak menggunakan hak pilih di pemilu nanti?

Saya lebih nyaman dengan posisi abstain. Siap “diam” tanpa komentar lagi.

Alur cerita yang akan dibuat “sang sutradara’ pemenang kursi panas nanti seperti apa? negara mau dibawa kemana.Terserah!

Papaku Tidak Bersalah


Ada satu pemandangan unik ketika aku membesuk Kakak Iparku di lapas kerobokan Kuta –Bali Desember 2008.Saat itu aku bersama istri kakak ipar, keponakan dan suamiku tengah mengantri di loket pengambilan nomor besuk, seorang anak perempuan bule, berumur kurang lebih 7 tahunan berlari kesana kemari, menyapa setiap pembesuk dengan bahasa Indonesia yang sangat fasih. Tingkahnya ceria, tidak malu malu untuk menyapa orang lebih tua sekalipun.

Giliran namaku dipanggil masuk keruang besuk. Anak itu berlari dan mendekati barisan kami. Menghampiri keponakanku, Angelica. Saling manatap akrab lalu bergandengan tangan.Tidak lama dia menyapaku “tante, saya ikut. Masuknya bareng yah”. Saya balik Tanya “Nama kamu siapa? Kamu datang kesini sendiri?”. Ternyata perempuan cilik itu bernama Fiola, dia datang bersama Ibunya yang berwarga Negara Swis. Dia menunjukan dimana posisi Ibunya. Perempuan bule setengah baya sedang duduk di ruang tunggu, asyik membaca sebuah buku tebal. Seolah tidak peduli dengan anak sematawayangnya, membiarkannya bermain sendiri mencari teman bicara diantara pengunjung pengunjung yang datang.

Lalu fiola bercerita “Papaku dipenjara. Sebenernya Papa ga bersalah, tante”. Aku tertegun sejenak, tersentuh oleh pembelaan seorang anak terhadap ayah tercintanya. Tanpa diminta dia meneruskan ceritanya, tanpa ada rasa sedih di raut mukanya “Aku sekarang tinggal di rumah teman papaku. Aku ga punya rumah disini dan sejak papaku dipenjara. Teman teman sekolahku banyak yang menjauhiku”. Ngenes dengernya tapi aku ga bisa bicara banyak “Ya sudah kamu sabar ya. Yuk kita masuk. Nama tante sudah dipanggil masuk tuh”. Aku pegang tanganya.Tiba di ruang besuk, Fiola langsung memisahkan diri dan menghampiri Papanya yang berwarga Swis. Tidak lama Ibunya menyusul bergabung dalam reuni keluarga.

RINDU PAPA Berbeda dengan Fiola, Angelica, keponakanku tidak pernah tau kenapa papanya masuk bui. Dia hanya tau Papanya sedang sekolah di kantor polisi. Sehari menjelang besuk, Angelica selalu menyiapkan kado sebagai tanda kerinduannya pada sang papa. Hari ini dia punya kado special.Ketika Papanya masuk mengampiri kami, Angelica langsung duduk di pangkuannya.Kami semua berbincang hangat melepas rindu. Angelica mengaluarkan kado dari tas plastik yang di tentengnya “Papa, Angelica punya kado buat Papa”. Lalu si Papa membukanya “Wah, gambarmu bagus sekali, sayang”. Sebuah gambar anak kecil yang digambarnya sendiri dan dinamainya Angelica. Lalu ada kado lain yang menyertai gambar itu, Sebuah Jam Meja bergambar Hello Kitty!. “Biar papa inget Angelica terus…” ujar Angelica. Si papa memeluk erat Angelica, membelai rambut dan mencium keningnya.

Tidak terasa 60 menit sudah kami didalam sana, Bel berbunyi kencang pertanda jam besuk berakhir sudah. Kami semua berdiri untuk beranjak pamit. “Papa, belnya bunyi, papa harus masuk kelas lagi ya?” Tanya Angelica. “Iya sayang, Papa masuk kelas dulu ya. Besok kamu kesini lagi ama mama, om dan aunty”. Angelica mengangguk. Kami berpamitan diakhiri pelukan perpisahan.Pelukan rindu Angelica untuk sang Papa….

Bocah Murung

Dalam suatu perjalanan ke Kampung Sampireun Boutique Resort(www.kampungsampireun.com) didesa Samarang, Garut - Jawa Barat, duduk didepanku seorang bocah laki-laki. Kebetulan untuk mencapai lokasi tersebut, aku harus menempuhnya dengan sebuah angkutan desa. Hanya ada 2 orang penumpang waktu itu, aku dan si bocah.

Aku perhatikan wajah bocah itu tampak begitu murung. Pikirannya seperti dibebani utang 2 milyar!

Ingin sekali bertanya apa yang terjadi tapi aku ga berani. Takut emosional…meneteskan air mata. Padahal anak itu sama sekali tidak berharap ditangisi.

Akhirnya hanya bisa merekam ekspresi wajah mumetnya dengan sebuah kamera HP. Aku pura-pura sms lalu aku bidik dia. Candidly! Jepret!

Semoga hatinya tidak semurung wajahnya. Siapa tau karakter wajahnya memang melankolis :-)

Semoga bukan bersedih karena tidak bisa sekolah seperti anak-anak di kota ya, Jang.

Semoga wajah murungnya tidak mewakili wajah anak-anak desa lainnya karena keceriaan itu milik semua orang.

Cheer Up, kiddo! There’s a beauty in sadness…

Aku dan "Baju Liliput"


Ini bukan iklan sabun pencuci pakaian, bukan pula iklan baby clothes.

Hanya sebuah foto jepretan iseng nyokap waktu aku merapikan baju-baju calon babyku tadi sore. Katanya aku kelihatan excited waktu melipat baju-baju baby itu.

Nyokap benar, aku memang bahagia sekali. Pokoknya tidak cukup terekspresikan dengan kata-kata. Aku suka sekali melihatnya…lucu dan imut seperti baju “liliput”, membuatku semakin tidak sabar untuk menyambut kehadiran Boneka Hidup yang sekarang masih meringkuk di perutku ;-)

“Nak, Insyaallah hanya hitungan hari lagi.Semoga perjalananmu ke dunia ini lancar yah.Mama tunggu….”